Lolos CPNS Peringkat 1, Dokter Gigi Romi Tetap Gagal Jadi PNS

12

Hidup Sebagai Difable di Indonesia memang terkadang cukup berliku. Mulai dari sulitnya mengakses fasilitas publik – bahkan masih banyak yang belum ramah terhadap penyandang cacat – hingga penolakan dari publik. Karena ketidaksempurnaan mereka, mereka sering diremehkan dan diberi sedikit kesempatan untuk bekerja.

Setidaknya itulah yang sekarang dialami seseorang dokter gigi  Romi. Meski dinyatakan telah lolos seleksi Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 kemarin, meski mendapat rangking pertama, Romi tetap tidak disahkan oleh pemerintah daerah. Sekarang kabarnya, Romi sedang berusaha menuntut keadilan. Curhatlah Pada Allah Meski Kamu Tak Punya Lagi Kata Tersisa, Sebab Allah Tahu SemuaTentangmu

Dokter gigi Romi, yang tinggal di Kabupaten Solok Selatan, Sumatra Barat, ditolak untuk menjadi pegawai negeri sipil di daerahnya sendiri karena ia cacat.

Lolos CPNS amp Dapat Peringkat 1 Dokter Gigi Romi Tetap Lolos CPNS Peringkat 1, Dokter Gigi Romi Tetap Gagal Jadi PNS
Dokter gigi Romi, foto: wartakota.tribunnews.com

Seperti yang diberitakan oleh Kompas, seorang dokter gigi bernama Romi Syofpa Ismael, harus menerima keputusan pahit mengenai karyanya. Pada tahun 2018, Romi dinyatakan telah lulus seleksi CPNS dan menjadi peserta dengan peringkat tertinggi. Namun takdir mengatakan berbeda, Bupati Solok Selatan baru saja membatalkan kelulusannya hanya karena ia cacat.

Pembatalan ini dilaporkan dilakukan setelah peserta melaporkan hal itu Romi memiliki disabilitas. Proses dialog dilakukan, tetapi malah menemui jalan buntu. Akhirnya, pengacara Romi dari LBH Padang, Wendra Rona Putra, terpaksa mengambil tindakan hukum.

Polemik ini telah dijawab oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan. Dia mengatakan Romi tidak lulus persyaratan. Lah?

1563946482 160 Lolos CPNS amp Dapat Peringkat 1 Dokter Gigi Romi Tetap Lolos CPNS Peringkat 1, Dokter Gigi Romi Tetap Gagal Jadi PNS
Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, foto: sumbar.antaranews.com

Kepala Badan Pengembangan Personalia dan Perencanaan (PPA) Solok Selatan, Admi Zulkhairi, dilaporkan oleh Kompas, mengatakan bahwa Romi tidak lulus persyaratan seleksi CPNS, karena kondisi fisiknya.

Simak Juga>>  Menikmati Indahnya Sawahlunto Masuk Daftar Situs warisan dunia UNESCO

Dia mengatakan Romi juga mendaftarkannya sebagai pelamar umum, meskipun kondisinya harus sehat secara fisik dan mental. Karena itu, ia terpaksa membatalkan kelulusannya. Admi juga membantah bahwa jajarannya ramah disabilitas, masalahnya Seleksi CPNS pada tahun 2018 kemudian ada 3 formasi yang dibuka, salah satunya khusus untuk difabel.

Pembatalan ini sangat disayangkan, karena Romi sendiri telah menerima surat rekomendasi dari dokter yang menyatakan bahwa ia mampu bekerja dengan baik.

%name Lolos CPNS Peringkat 1, Dokter Gigi Romi Tetap Gagal Jadi PNS
Romi terbukti bisa bekerja dengan baik, foto; news.detik.com

Menurut Wendra, Romi telah menerima dua rekomendasi dari spesialis pekerjaan di Padang dan Pekanbaru. Dalam rekomendasi itu Romi menyatakan bahwa dia bisa bekerja dengan baik dengan kondisi fisiknya seperti sekarang.

Dedikasi Romi bekerja tidak diragukan lagi, karena ia tercatat telah bertugas di daerah pedesaan di Solok Selatan sebagai Pegawai Tetap (PTT) sejak 2015. Kemudian 2016, ia mengalami anggota badan yang lemah setelah melahirkan – kondisi yang membuatnya harus tinggal di kursi roda. Bahkan pada 2017 karena dedikasinya, Romi mendapat perpanjangan kontraknya dan diangkat sebagai karyawan lepas harian!

Maret lalu, karena kekecewaannya, Romi juga mengadu ke Jokowi melalui surat

1563946482 599 Lolos CPNS amp Dapat Peringkat 1 Dokter Gigi Romi Tetap Lolos CPNS Peringkat 1, Dokter Gigi Romi Tetap Gagal Jadi PNS
Aksi solidaritas mendukung Romi, foto; nakita.grid.id

Bingung dan tidak tahu ke mana harus mengeluh lagi, Maret 2019 lalu Romi telah mengirim surat kepada Presiden Jokowi, dikutip oleh MSN. Dalam surat setebal 5 halaman itu, Romi memberi tahu kronologi awal bahwa ia bekerja di Pusat Kesehatan Talunan, kemudian mendaftar dan lulus CPNS, hingga akhirnya dibatalkan oleh Bupati Solok Selatan. (e ketawa/hipwee)

 

Loading...