Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun

16

Ranu Kumbolo Semeru, Ranu atau danau yang terletak di lereng semeru merupakan wisata alam yang layak anda kunjungi. Sedikit ceritak dari kawan-kawan Sociotraveler yang beberapa waktu yang lalu menyapa Ranu Kumbolo.

Diambil dari laman hipwee, Suhu dingin telah menyapa beberapa daerah di pulau Jawa. Embun es turun di Dieng, demikian juga dengan Bromo dan Ranu Kumbolo.

Dinginya Ranu Kumbolo Semeru

Penasaran ingin kembali di Ranu Kumbolo semeru, kami pun kembali ke sana akhir pekan lalu (13-14 Juli) bersama tim Sociotraveler. Rombongan keluar 16 orang berangkat dari Tumpang, Kabupaten Malang dengan Jeep terbuka.

Destinasi alam pertama adalah basecamp pendakian Ranu Pane, 2.114 mdpl. Siapkan dokumen pendakian yang sudah kamu isi sebelumnya. Oh iya, daftar pendakian Gunung Semeru sudah online lho.

Jadi kamu harus daftar lewat situs web TNBTS dan kuota pendakian masih ada. Kuota pendakian Semeru cuma 600 pendaki. Jadi kalau udah abis kuotanya, harus cari hari lainnya.

Trek pendakian Ranu Kumbolo

Mencumbu Dinginnya Ranu Kumbolo yang Indah Berselimut Embun Es. Syahdu Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
Ranu Kumbolo Semeru, foto: jejakpiknik

Pendakian dimulai dari ladang pertanian warga, trek relatif landai dan tidak banyak tanjakan curam

Sebelum mendaki, kami harus memberi pengarahan terlebih dahulu untuk membahas apa yang boleh dan apa yang harus ditunda di sana. Mulai pendakian pukul 15.00 WIB dan unduh cukup kesorean.

Trek pendakian Ranu Kumbolo semeru memang cocok untuk pemula. Tidak banyak tanjakan, relatif landai dan cukup teduh.

Pos Ranu Pane ke Pos 1 cukup panjang, kurang lebih 1 jam perjalanan. Di Pos 1 dan pos-pos berikutnya ada banyak penjual semangka dan gorengan. Wah mantep banget tuh.

Istirahat Di Pos 3 Jalur Pendakian Semeru

1563305576 761 Mencumbu Dinginnya Ranu Kumbolo yang Indah Berselimut Embun Es. Syahdu Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
Indahnya erupsi semeru, foto: www.explorebromo.com

Waktu sudah akan dipindahkan malam. Udara semakin dingin, langit mulai gelap. Kami sudah kemalaman sejak sampai di Pos 3

Dari Pos 1 ke Pos 2 cukup dekat, hanya ditempuh 30 menit saja. Uniknya, letusan Mahameru terlihat jelas dari Pos 2. Suasana makin terasa dingin saat malam diambil. Kami pun terpisah dalam beberapa grup kecil.

Simak Juga>>  Wisata Alam Mangrove Muara Angke, Tempat Santau & Instagramable di Jakarta

Ada yang di depan, tengah, ada pula yang di belakang. Memasuki waktu Maghrib, kami telah melewati Pos 2 dan melewati jembatan merah. Agak serem sih suasananya mengingat saat itu cukup sepi dan langit mulai gelap.

Sesuai prediksi, kami akan berhasil. Semua orang bisa mendukung di Pos 3 dan menghangatkan diri di api unggun yang dibikin di sana.

Dinginya Malam di Ranu Kumbolo Semeru

Mencumbu Dinginnya Ranu Kumbolo yang Indah Berselimut Embun Es. Syahdu Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
es di tenda, foto: sociotraveler

Berjalan di gelapnya malam, rombongan kami sampai di Ranu Kumbolo pada pukul 19.00 WIB. Suasana Ranu Kumbolo (2,389 mdpl) sangat dingin malam itu

Ranu Kumbolo semeru sangat dingin malam itu. Kami segera membuka tenda untuk segera menyiapkan makan malam. Karena sudah menyewa porter, jadi tenda dan makanan pun sudah jadi. Tinggal santap aja deh.

Menu makan malam itu adalah sayur sop dan mie ramen plus suki (bakso, daging dst). Menu yang cukup lezat di bikin malam ini yang dingin jadi tidak terlalu terasa.

Jelang tengah malam, embun embun pun membasahi tenda. Suhu makin drop dan tenda lambat basah. Kami pun kesulitan untuk tidur, ada 1-2 suara ngorok dari balik tenda. Sementara ada yang menunggu di pagi sambil menunggu berbincang dengan pendaki lain.

Indahnya Sunrise Ranu Kumbolo

1563305577 661 Mencumbu Dinginnya Ranu Kumbolo yang Indah Berselimut Embun Es. Syahdu Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
Suasana pagi hari di ranu kumbolo, Foto: www.instagram.com

Keesokan paginya, suhu Ranu Kumbolo menghadiri -5 derajat. Dengan penuh perjuangan, kami pun segera keluar dari tenda menjemput sunrise yang mempesona

Di tenda kami, es sudah mengkristal seperti es kepal. Semalam sempat minus hingga -5 derajat. Suhu dingin lambat hangat dengan hadirnya sinar mentari pagi. Kami pun segera mengambil foto-foto tercantik dari Ranu Kumbolo semeru. Kabut tipis terangkat dari danau dan terasa begitu magis.

1563305577 571 Mencumbu Dinginnya Ranu Kumbolo yang Indah Berselimut Embun Es. Syahdu Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
ngopi di ranu kumbolo, foto www.instagram.com

Untuk hangatkan tubuh, secangkir kopi hangat sudah cukup. Menikmati Ranu Kumbolo semeru di pagi hari bersama kawan-kawan adalah salah satu hal yang tak terlupakan. Malam yang begitu dingin berganti dengan pagi yang cerah dan hangat.

Menuju Oro-oro Ombo

%name Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
Selfie dulu di oro oro ombo, foto: sociotraveler.com

Tidak Cukup di Ranu Kumbolo, kami pun mendaki tanjakan cinta hingga ke Oro-oro Ombo. Cakep banget sih tempat ini. Wisata Alam Pantai Plengkung, Surganya Peselancar

Simak Juga>>  Berapa Gaji Penjaga Minimarket Yang Cantik-Cantik Ini?

Di belakang tenda kami ada tempat bernama tanjakan cinta. Mitosnya sih kalau lagi nanjak ke sana nggak boleh nengok belakang. Kamu boleh nanjak sambil mikirin seseorang yang kamu sukai. Tapi kalau nengok ke belakang mitosnya bakalan nggak terkabul tuh keinginan kamu. Jadi harus mengarah ke depan dan fokus sambil mengajak seseorang.

Di baliknya ada Oro-oro Ombo, hamparan verbena yang sangat indah dan menawan. Kamu bisa melihat kawasan Semeru dengan lebih lapang di sini. Secara kasat mata, pemandangan di Oro-oro Ombo kaya di Selandia Baru lho. Kece banget pokoknya gess.

Dinginya Ranu Kumbolo Terasa Hangat

%name Menyapa Dinginya Ranu Kumbolo Semeru di Sambut Embun
Foto rame-rame dulu ya gaess sebelum pulang, foto: sociotraveler.com

Rombongan kami kembali ke Ranu Pane pada pukul 11.00 WIB. Meski dinginnya menusuk hingga tulang, namun pemandangan indah Ranu Kumbolo bikin suasana terasa hangat

Agak berat rasanya untuk pulang dari Ranu Kumbolo yang begitu cantik ini. Namun sepertinya nggak bisa lagi kalau harus menginap lagi di sana. Saking dinginnya sampai nggak bisa tidur.

Akhirnya setelah makan, kami kembali ke Ranu Pane. Total perjalanan 3,5 jam untuk sampai ke sana. Lalu Jeep kami pun menjemput untuk membawa pulang ke Tumpang, lalu ke Malang. Berakhir sudah perjalanan seru ke Ranu Kumbolo dengan beragam cerita dan foto-foto cantik lengkap. (eketawa/hipwee)

Originally posted 2019-07-17 07:57:32.

Loading...