Inspirasi

Kisah Mahasiswa Asal Indonesia Peneliti Nasa

22

Kisah Mahasiswa Asal Indonesia Peneliti Nasa, Walau tidak setinggi AS dalam Peningkatan pengetahuan serta tehnologi ruangan angkasa, Indonesia nyatanya mempunyai talenta mengagumkan yang tidak kalah hebatnya di bagian itu. Diantaranya ialah Dr. Ir. H. Giri Suseno Hadihardjono ialah mahasiswa serta periset pintar di bagian tehnik. Laporan dari historia.id, ia ialah figur yang sudah pernah kerja dengan satu diantara project NASA (National Aeronautics and Ruang Administration).

Jadi seseorang insinyur, kecerdasan yang dipunyainya membuat Giri melintas pulau ke Amerika Serikat. Dimana dia mempunyai karier di project besar yang selanjutnya jadikan NASA diketahui jadi agen luar angkasa dengan rekam jejak dunia. Seperti apakah itu? Lihat penjelasan tersebut.

Prof. Charles Lipson Mahasiswa Asal Indonesia Peneliti Nasa

Siswa cerdas yang mendapatkan beasiswa ke AS

Kisah Mahasiswa Asal Indonesia yang Meneliti Material Pesawat Luar Angkasa Kisah Mahasiswa Asal Indonesia Peneliti Nasa
Giri saat kelulusan dan Prof. Charles Lipson foto: wikipedia

Sebelum pergi ke Amerika Serikat, Giri adalah lulusan dari departemen teknik mesin Institut Teknologi Bandung (ITB). Pada Juni 1964, ia bersama 23 orang dari ITB dan IPB menerima beasiswa untuk melanjutkan studi di tingkat S2 di AS, melalui program USAID (Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat). Dikutip dari historia.id, dia dan beberapa rekannya ditempatkan di Universitas Kentucky di Lexington.

Berkolaborasi dengan NASA sebagai peneliti dalam sebuah proyek

1563090905 428 Kisah Mahasiswa Asal Indonesia yang Meneliti Material Pesawat Luar Angkasa Kisah Mahasiswa Asal Indonesia Peneliti Nasa
Ilustrasi pesawat NASA Apollo 8 
Sampai setahun kemudian, Giri pindah ke University of Michigan di Ann Arbor untuk melanjutkan studinya. Selain studinya, ia juga bekerja dengan mentornya, Prof. Charles Lipson. Saat itu, sang profesor sedang mengerjakan proyek dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) untuk memeriksa sifat keletihan material tersebut. Dari sini, Giri kemudian terlibat dalam penelitian serupa. “Kemudian saya mengetahui bahwa bahan itu digunakan dalam pesawat ruang angkasa Apollo Space Craft,“Kata Giri dikutip dari halaman historia.id.

Menolak gaji besar dan memilih untuk kembali ke Indonesia

1563090905 954 Kisah Mahasiswa Asal Indonesia yang Meneliti Material Pesawat Luar Angkasa Kisah Mahasiswa Asal Indonesia Peneliti Nasa
Pilih untuk kembali ke Indonesia meskipun ditawari gaji besar, foto: wikipedia

Saat bekerja untuk NASA, tugas Giri adalah menganalisis kemampuan material untuk menerima beban berulang, dan efeknya jika material tersebut menerima getaran hingga pecah. Oleh karena itu, Prof. Charles Lipson, yang berhasil dibantu oleh Giri, lulus dengan gelar MSME (Magister Sains Teknik-Teknik Mesin) pada Juli 1966. Ia ditawari pekerjaan di sana, tetapi ditolak dan memilih untuk kembali ke Indonesia . Meskipun sang profesor memberinya gaji US $ 9.000 per tahun.

Sosok ilmuwan yang juga terpilih untuk posisi Menteri di era Soeharto

Setibanya di Indonesia, ia kemudian bertugas di almamaternya sebagai dosen di Institut Teknologi Bandung. Halaman historia.id menulis, Giri juga ditunjuk untuk memegang beberapa posisi penting di jajaran pemerintahan, termasuk menjadi Perwakilan BJ Habibie di Badan Manajemen Industri Strategis (BPIS), dan Menteri Perhubungan bersamaan dengan Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya (1998-1999 ). Hingga 27 Juni 2012, mantan Menhub meninggal karena kanker.

Memang, Indonesia tidak kalah dengan kualitas sumber daya manusia untuk bersaing dengan negara maju. Terutama di bidang teknologi penerbangan dan luar angkasa. Hanya saja, tidak perlu waktu lama sehingga kekuatan potensial dapat membuat dan bekerja di negara mereka sendiri. (eketawa/boombastis)

Originally posted 2019-07-15 12:51:21.

Loading...