Murtad, Salmafina Sunan Pindah Agama?, Ini Hukumnya dalam Islam

849

Salmafina Sunan Pindah Agama, Berita mengagetkan hadir dari keluarga pengacara spektakuler Sunan Kalijaga. Pas pada hari ulang tahun pernikahannya yang ke-21, Sunan didera rumor tidak menyenangkan yang hadir dari putri semata-mata wayangnya, Salmafina Sunan.

Mencuplik upload account isu @lambe_turah, Rabu (10/7/2019), dalam video berdurasi singkat itu Salma disangka tengah hadiri kebaktian di satu diantara gereja di Jakarta. Salmafina kelihatan menangis sesenggukan dengan ke-2 tangan mengatup dibawah dagu waktu dengar khotbah dari sang pendeta. Langkah Trading Forex Yang Benar dan Terbukti Cuan

Sesudah video itu viral di sosial media, banyak yang beranggapan jika Salma sudah beralih kepercayaan. Ini pasti jadi masalah berat buat Sunan Kalijaga yang barusan berhijrah.

Berkaca dari masalah Salma, dari situs Okezone coba melihat lebih jauh hukum beralih agama dalam ajaran Islam. Menurut pembicaraan, Ustadz Najmi Fathoni, saat satu orang putuskan untuk melepas hidayah Allah SWT atau beralih kepercayaan, hukumnya ialah haram serta dosa besar.

“Sudah pasti murtad. Tapi kembali lagi, bicara soal hidayah itu kita tidak ada yang tahu, karena yang berhak memberikan hidayah itu hanya Allah SWT,” tutur Ustadz Najmi Fathoni saat dihubungi media via sambungan telepon, Rabu, 10 Juli 2019.

Salmafina Sunan murtad Murtad, Salmafina Sunan Pindah Agama?, Ini Hukumnya dalam Islam
Salmafina Sunan, foto: IG pribadi

Sebeleum diisukan murtad Salamafina banyak melakukan  Kontroversi Salmafina Sunan Sebelum isu “Murtad”

Perempuan berhijab

Dalam Alquran sendiri perilaku berpindah agama atau murtad sudah dijelaskan dalam firman Allah SWT:

ومن يرتدد منكم عن دينه فيمت وهو كافر فأولئك حبطت أعمالهم في الدنيا والآخرة وأولئك أصحاب النار هم فيها خالدون

Artinya: “Barangsiapa yang murtad di antara kalian dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al-Baqarah [2]: 217)

Najmi kemudian mencontohkan kisah Rasulullah yang telah berupaya keras untuk membuat pamannya mengucapkan dua kalimat syahadat. Kisah tersebut bermula ketika Rasulullah mengunjungi rumah Abu Thalib.

Kala itu ia berpura-pura tidur sembari mengucapkan dua kalimat syahadat. Hal ini dilakukan karena Nabi Muhammad SAW sangat menyayangi pamannya. Ia berharap dengan cara tersebut, Abu Thalib akan mengucapkan dua kalimat syahadat.

Simak Juga>>  Taqy Malik dan Salma Jadi Perbincangan Warganet

Tetapi Allah SWT berkehendak lain, ia mengirinkan firman kepada Nabi Muhammad SAW yang tertuang dalam surat Al-Qashash ayat 56:

إِنَّكَ لَا تَهْدِي مَنْ أَحْبَبْتَ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۚ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ

Artinya: “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.”

Ayat di atas menunjukkan bahwa sesungguhnya Nabi Muhammad SAW sekalipun tidak bisa memberikan hidayah taufik kepada orang yang ia inginkan untuk memperoleh hidayah. Akan tetapi, urusan itu berada di tangan Allah SWT.

Dialah yang berhak memberikan hidayah kepada orang yang dikehendaki-Nya untuk Dia beri hidayah menuju keimanan dan memberikan taufik kepadanya menuju hidayah itu. Dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang pantas menerima hidayah dan kemudian Dia menunjukkannya kepadanya.

“Jadi bersyukurlah bagi kita yang masih berada dan bisa menjaga hidayah yang diberikan Allah SWT,” pungkas Ustadz Najmi. sumber: islam okenzone

 

Dari setiap persoalan akan ada hikmah dibaliknya

Loading...