Wudhu’nya Wanita yang Menggunakan Kutek, Sahkah?

45

Wudhu’nya Wanita yang Menggunakan Kutek, Wanita sangat menyukai keindahan, apalagi memperindah diri. Dari ujung kepala sampai kaki. Termasuk memperindah kuku mereka.

Jika dulu orang menghias kuku hanya dengan inai atau pacar kuku, maka kini varian cat kuku atau kutek berbahan kimia sangat banyak, dan desain menghias kuku pun juga beragam.

Hingga muncullah istilah nail art atau seni menghias kuku, yakni mengecat kuku dengan berbagai desain dan warna agar kuku tampak cantik.

Sebenarnya, selama nail art atau menghias kuku dengan cat kuku ini bukan merupakan karakteristik atau perbuatan khusus dilakukan oleh wanita-wanita kafir, boleh-boleh saja muslimah menggunakannya.

Namun jika ternyata itu adalah perbuatan meniru gaya wanita kafir, maka tidak boleh melakukannya.

Nah, bolehnya menggunakan cat kuku atau kutek ini pun bersyarat. Yakni digunakan hanya pada saat sedang tidak shalat seperti saat haid dan nifas misalnya. Mengapa?

Karena sifat cat kuku adalah menghalangi jalannya air saat bersuci.

Padahal, segala sesuatu menghalangi jalannya air pada bagian tubuh harus disucikan dalam mandi dan berwudhu tidak boleh dipergunakan, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman:

فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ

“Maka basuhlah mueketawersdan tanganmu”. [Al-Maidah : 6]. 

Lalu bagaimana dengan inai atau pacar kuku?

Sifat inai atau pacar kuku berbeda dengan kutek. Inai memberikan pewarnaan saja pada kuku, tidak merubah ketebalan kuku atau tidak membuat lapisan di atas kuku.

Sedangkan kutek adalah serupa adonan menempel di kuku sehingga ada lapisan dapat menghalangi mengalirnya air.

Selama penggunaan inai ini tidak dicampur dengan sesuatu dapat menghalangi jalannya air, maka boleh menghias kuku dengan inai.

Selain itu, satu hal tidak boleh dilupakan adalah faktor keamanan dan kesehatan.

Kutek atau cat kuku banyak bermunculan saat ini tidak lagi sama dengan kutek jaman dahulu berbahan alami.

Kutek banyak sekarang ini diracik dari campuran berbagai macam bahan kimia tentunya jika terlalu sering digunakan juga akan berdampak negatif untuk kesehatan kuku dan bagian tubuh lainnya terpapar zat kimia berbahaya.

Simak Juga>>  Kisah Islami: Ummu Mutiah Wanita Pertama Penghuni Surga

Dan tentunya, seperti kita ketahui, segala sesuatu membahayakan diri sendiri dan orang lain itu hukumnya terlarang.

Wallahu a’lam.

Sumber: islampos.com

Originally posted 2018-10-07 10:26:42.

Loading...