Pedidikan

Butir Butir Pancasila Lengkap: Dengan Penjelasan Dan Maknanya

0

Butir Butir Pancasila: Pancasila adalah dasar ideologi negara Indonesia. Nama yang terdiri dari dua suku kata dari bahasa Sanskerta: pañca berarti lima dan śīla berarti asas atu prinsip atau asas. Pancasila adalah rumusan serta pedoman kehidupan berbangsa dan bernegara bagi seluruh rakyat Indonesia. Butir Pancasila meliputi makna, tujuan, fungsi, bentuk, manfaat, contoh dan gambar sehingga mudah dipahami.

Butir Pancasila – adalah suatu bentuk dengan landasan di dasar negara untuk pemahaman dan kebutuhan semua bentuk yang akan terjadi di negara Indonesia dengan mencapai kemakmuran bersama dengan kebutuhan dan bentuk mereka.

Butir Pancasila

Pancasila adalah dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai konsep dasar yang dapat ditemukan dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945).

Kata Pancasila berasal dari bahasa Sanskerta, “Panca” yang memiliki lima makna dan “sila” dengan memiliki lima makna dasar negara, sehingga Pancasila dapat menjadi uraian beberapa poin yang dihasilkan dari substansi regulasi individu di Pancasila.

Semua orang Indonesia, terutama orang-orang berpendidikan, harus terlebih dahulu memahami poin-poin dalam Pancasila sebelum mempraktikkannya.

Untuk membuat yayasan Pancasila lebih mudah dipahami oleh publik, pada tahun 1978 pemerintah memberikan 36 item Pancasila berdasarkan Keputusan MPR No. II / MPR / 1978 tentang pedoman pengalamannya.

Namun perkembangannya justru sejak tahun 2003 berdasarkan Keputusan MPR No. I / MPR / 2003, Praktik Pancasila telah diperbarui menjadi 45 Pancasila.

5 Poin – Butir Pancasila

Dari penjelasan singkat di atas, kami juga akan menyampaikan dari sejumlah item yang memiliki makna dalam Pancasila, termasuk yang berikut ini.

Sila 1 – Ketuhanan Yang Esa

  • Orang-orang Indonesia dapat menyatakan dengan kepercayaan dan dedikasi kepada Allah SWT.
  • Orang Indonesia percaya dan takut akan Tuhan Yang Maha Esa dengan agama dan kepercayaan dan adil dan beradab.
  • Kembangkan rasa saling menghormati antar pengikut agama yang berbeda dalam keyakinan yang berbeda.
  • Mempromosikan komunitas agama dan agama.
  • Agama dan kepercayaan dapat memengaruhi hubungan pribadi manusia.
  • Kembangkan rasa saling menghargai kebebasan sesuai dengan agama dan kepercayaan masing-masing.
  • Tidak memaksakan kepercayaan pada Tuhan.

Sila ke-2 – Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

  • Kenali pengobatan yang sesuai dengan martabat dan sebagai ciptaan Allah SWT.
  • Pengakuan hak asasi manusia dasar dari setiap orang dengan agama dan kepercayaan dan sebagainya.
  • Kembangkan sikap cinta satu sama lain.
  • Kembangkan sikap terhadap toleransi.
  • Kembangkan sikap sewenang-wenang.
  • Pertahankan nilai-nilai dalam bentuk kemanusiaan.
  • Suka melakukan sesuatu dengan kegiatan kemanusiaan.
  • Berani membela kebenaran dan keadilan.
  • Orang Indonesia adalah bagian dari seluruh umat manusia.
  • Kembangkan sikap hormat dalam bekerja dengan negara lain.

Sila ke 3 – Persatuan Indonesia

  • Dapat menjaga persatuan demi kepentingan bangsa dan negara dengan kepentingan pribadi dan kelompok.
  • Mampu dan rela berkorban.
  • Kembangkan cinta untuk tanah air dan bangsa kita.
  • Mengembangkan cinta untuk ibu pertiwi dan nasional.
  • Mempertahankan independensi dengan keadilan sosial.
  • Mengembangkan persatuan Indonesia berdasarkan keanekaragaman.
  • Memelihara Asosiasi Persatuan dan Integritas.

Sila ke-4 – Demokrasi dan Kebijaksanaan

  1. Memprioritaskan kepentingan negara.
  2. Jangan suka memaksakan kehendak.
  3. Prioritaskan saran untuk kebaikan bersama.
  4. Gagasan mencapai konsensus terbentuk dengan kekeluargaan.
  5. Itikad baik dan tanggung jawab.
  6. Nasihat diberikan dengan akal sehat.
  7. Keputusan harus dipertanggungjawabkan dengan kebenaran dan keadilan.

Sila ke 5 – Keadilan Sosial

  • Mengembangkan perbuatan mulia dengan gotong royong.
  • Kembangkan sikap adil.
  • Pertahankan keseimbangan antara hak dan kewajiban.
  • Jangan menggunakan hak untuk perusahaan dan akan membahayakan orang lain.
  • Jangan gunakan hak atas barang mewah.
  • Tidak menggunakan hak untuk konflik.
  • Menghargai karya orang lain untuk kemajuan dan kemakmuran rakyat Indonesia.
  • Melakukan kegiatan untuk mencapai kemajuan yang adil.
Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here