Friday, September 16, 2016

Good News Today: Hari Raya Kuningan, PON 2016, Museum Sejarah






eketawa.com, Sebagian besar pasar kebiasaanonal di Kota Denpasar dan sekitarnya ramai dikunjungi masyarakat untuk membeli berbagai keperluan ritual dan kebutuhan dapur menjelang Hari Raya Kuningan, sebagai rangkaian perayaan Galungan, Jumat.


Seperti yang dikutip Antara, kepadatan pasar terasa sejak dua hari terakhir, karena semua umat Hindu di “Pulau Dewata” mempersiapkan diri menyambut Hari Raya Kuningan, rangkaian Hari Raya Galungan yang bermakna untuk memperingati hari kemenangan Dharma (kebaikan) melawan Adharma (keburukan) yang jatuh pada Sabtu (17/9).


Banyaknya permintaan dalam waktu yang bersamaan, tidak bisa dihindari otomatis harga-harga naik, serangkaian hari raya besar umat Hindu.


Mempringati hari raya suci Kuningan di Bali, ada kebiasaan unik yaitu namanya kebiasaan mesuryak.


Atlet dayung Riau Tanjil Hadid/Wiko meraih emas setelah unggul dramatis pada babak final cabang dayung nomor Light Weight Double Scull (LM2X) di PON XIX/2016 Jabar, di Situ Cipule, Kabupaten Karawang, Jumat.


Tanjil Hadid/Wiko mencapai ke garis finis setelah melakukan sprint terakhir dengan gemilang sejak di titik 150 meter.


Mereka berhasil menyalip kontingen Jawa Timur Ihram/Muhad Yakin yang sebenarnya memimpin sejak di titik 300 meter. Kedua tim sempat saling berkejaran saat menjelang garis finis.


Seperti yang dikutinp Antara, ia mengatakan, sebenarnya dirinya sempat kelelahan di titik 250 meter menjelang finis. Tetapi karena keinginan yang keras untuk meraih emas akhirnya tim dayung Riau memanfaatkan sisa tenaga terakhir untuk mencapai garis finis. 








Emas Dayung Double 1000 M Atlet dayung Indonesia, Ihram (kiri) dan Arief mengekspresikan kegembiraannya setelah berhasil menang pada pertandingan Dayung Double Putra 1000m Sea Games ke-28 di Kanal Marina Singapura, Minggu (14/6/15). Ihram dan Arief menang


Museum Nusantara Sejarah Alam Indonesia resmi diluncurkan, Rabu, berlokasi di Jl Juanda Kota Bogor, Jawa Barat, yang merupakan pengembangan dari Museum Etnobotani-LIPI.


Seperti yang dikutip dari Antara, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Alam Hayati LIPI Enny Sudarmonowati mengatakan, hadirnya museum tersebut mencerminkan alam Indonesia, interaksi antara manusia dari masa ke masa, menginformasikan keberadaan binatang dan tanaman yang dipelihara dan didomestikasikan.


“Melalui museum ini, kita akan sampaikan kepada masyarakat luas dan juga dunia, bahwa Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam tumbuhan, tetapi juga hewan, bahkan mikroorganisme,” katanya.


Ia mengatakan, secara total pengembangan Museum Etnobotani menjadi Museum Nusantara Sejarah Alam Indonesia akan selesai pada 2019.


Walikota Bogor Bima Arya (tengah) menunjukkan buah asli khas Bogor, Bisbul saat mengunjungi Museum Nasional Sejarah Alam Indonesia, di jalan Juanda, Kota Bogor, Jawa Barat, Rabu (31/8/2016). (ANTARA FOTO/Arif Firmansyah)



Unik & Lucu untuk Eketawers- sumber:bintang.com Good News Today: Hari Raya Kuningan, PON 2016, Museum Sejarah









Good News Today: Hari Raya Kuningan, PON 2016, Museum Sejarah

Add Comments


EmoticonEmoticon