Sunday, August 14, 2016

Kisah Keluarga Termiskin Di Indonesia Ini Bukin Nangis



eketwa.com – Pepatah ‘banyak anak banyak rezeki’ tak berlaku untuk keluarga Supriyanto (36).

Lantaran anaknya ada enam, Supriyanto saat ini bingung berikan nafkah. Terlebih tiga anaknya yang masuk umur sekolah SD saat ini jadi drop out.

Supriyanto warga Dusun Kujon, Desa/Kecamatan Warujayeng, Kabupaten Nganjuk keseharian hanya buruh serabutan. Hingga pendapatan yang diperolehnya juga tak menentu.


Bila order banyak, akhirnya juga lumayan, tetapi bila order sepi pendapatan juga tak ada. Walau sebenarnya dari pendapatan yang diperolehnya ada tujuh anggota keluarganya yang perlu memperoleh nafkah.


Baca: Kisah Pria Yang di Bayar Untuk Ritual Plus Plus


Niko anak tertua Supriyanto sekarang ini sudah berumur 13 th. sangat terpaksa putus sekolah waktu masihlah kelas 5 SD. Pemicunya orangtuanya tak miliki cukup cost untuk beli perlengkapan sekolah serta buku.


” Untuk makan saja keseharian kami serba kekurangan. Bila untuk membiayai sekolah duit dari tempat mana lagi, ” katanya.

Supriyanto terlebih mengungkap gejolak hatinya berkaitan pendidikan SD gratis yang didengungkan sampai kini nyatanya tidak cocok sebenarnya. Lantaran ketiga anaknya yang masuk sekolah SD nyatanya masihlah perlu cost.


Ujarnya gratis, namun kami masihlah ditarik beberapa macam, ada beli seragam serta buku, ” katanya.

Hingga ketiga anaknya yang harusnya bersekolah SD sekarang ini tak mengenyam pendidikan. Sesaat tiga anaknya yang lain sekarang ini masihlah umur balita yang paling kecil umur satu tahun.


Walau masuk kelompok warga begitu tak dapat, Supriyanto cuma memperoleh pertolongan beras untuk rakyat miskin (raskin). Itu juga jumlah yang di terima tiap-tiap bln. juga tak menentu.


Baca: Setelah Suami Sukses, Istri Malah Selingkuh dengan Tukang Kebun


” Bila tidak miliki beras kami semakin banyak berpuasa, atau makan satu hari sekali, ” imbuhnya.

Sesaat pertolongan yang lain seperti BPJS yang dibiayai pemerintah juga tak diterimanya. Termasuk juga kartu pandai untuk sekolah anaknya juga tak didapatnya.


Keluarga Supriyanto juga tak mempunyai tempat tinggal sendiri. Tempat tinggal begitu simpel sebagai rumahnya sampai kini tidak gantinya gubuk ukuran 3 x 5 mtr..

Dirumah itu sehari-hari jadi tempat tingga dia berbarengan Suwarti (32) istrinya serta ke enam anaknya.


Tempat tinggal gubuk ini cuma berdinding sesek serta bekas kain terpal. Hingga waktu ada hujan deras airnya masuk kedalam tempat tinggal. Termasuk juga waktu malam bikin anak-anaknya kedinginan.

” Dirumah ini kami cuma numpang di tanah punya Pakde Kasipan, ” katanya.


Supriyanto awal mulanya tidak memikirkan akan mempunyai keluarga besar s/d enam anak. Tetapi untuk turut Keluarga Merencanakan (KB) juga tak miliki cost.

” Turut KB kan mesti membayar, saat ini tak ada yang gratis, ” katanya.


Berkaitan dengan kelahiran anak-anaknya juga penuh dengan perjuangan.

Terlebih anak bungsunya dilahirkan di jalan depan tempat tinggal bidan lantaran bidan desa yang disuruhi pertolongan tak selekasnya membukakan pintu.


baca: Suami Gemar Main Catur di Warung, Istri Suka Main Sama Tetangga


Di dalam beban berat yang dihadapi, Supriyanto cuma mengharapkan memperoleh pekerjaan yang akhirnya dapat untuk menghidupi semua keluarganya. Lantaran pekerjaan yang ada sampai kini bikin batu bata akhirnya kurang. Tiga hari sekali kami cuma bisa gaji Rp 90. 000, ” katanya. [suryamalang.tribunnews.com]





Kisah Keluarga Termiskin Di Indonesia Ini Bukin Nangis

Add Comments


EmoticonEmoticon