Friday, August 12, 2016

Editor Says: Saat Cantik Cuma Dinilai dari Foto Editan atau Tidak


eketawa.com, Kasus Rizma Uldiandari , guru SD asal Tegal yang sebagian waktu lalu sempat menghebohkan dunia maya sepertinya cukup menarik perhatian banyak orang. Awalnya banyak netizen yang memuji kecantikan Rizma, namun setelah itu banyak juga netizen yang akhirnya malah mem- bully Rizma karena menilai foto Rizma itu editan.


Kalau tidak editan kenapa dan kalau memang di edit juga kenapa? Ya, masing-masing orang tentunya memiliki hak untuk menggunakan berbagai aplikasi guna mempercantik diri. Nggak hanya aplikasi di smartphone , bahkan setiap orang juga berhak mengubah penampilan fisiknya dengan jalan operasi. Karena semua itu tentu saja tidak merugikan orang lain, bukan?


Apa merugikannya kalau kita senang mengunggah foto diri kita sendiri, meskipun hasil editan ke media sosial? Jika pada akhirnya foto tersebut disukai banyak orang, bahkan sampai menjadi viral itu tentu saja tidak bisa di prediksi sebelumnya, kan?


 Kecantikan Rizma memang benar-benar asli tanpa rekayasa kamera. (eketawa.com/Adrian Putra)


Mungkin rasanya aneh dan sedikit menjengkelkan ketika tulisan ini dipenuhi dengan banyak tanda tanya. Tapi, pertanyaan tersebut tentunya memang tidak lebih menjengkelkan dari perdebatan banyak orang tentang gambar orang lain yang dinilainya editan atau tidak.


Rizma bisa dibilang menjadi salah satu orang yang mengalami nasib sial lantaran fotonya disukai banyak orang. Masalah seperti ini pastinya sering dihadapi oleh para selebriti, baik di Tanah Air maupun di luar negeri. Ada orang yang peduli, ada juga orang yang menganggap bahwa persoalan seperti ini bukanlah masalah besar yang harus diperdebatkan.




Mungkin ada banyak orang yang heran kenapa persoalan seperti kasus Rizma atau hal edit mengedit foto ini masuk dalam saluran Relationship . Begini, kasus Rizma setidaknya telah memberikan banyak pelajaran untuk kita semua bahwa tidaklah baik bila kita hanya menilai seseorang dari penampilan fisik saja.


Kamu para jomblo yang kini tengah gencar-gencarnya memancing jodoh pastinya akan menggunakan media sosial sebagai tempat yang sempurna untuk menemukan si pujaan hati. Ketika melihat fotonya untuk pertama kali eketawers tertarik, lalu selanjutnya eketawers mendekatinya dengan terus menerus sampai akhirnya pada suatu hari eketawers memutuskan untuk bertemu.


Editor Says: Saat Cantik Cuma Dinilai dari Foto Editan atau Tidak. (Foto: media2.popsugar-assets.com)


Dan apa yang terjadi setelah bertemu, eketawers merasa kecewa dan tertipu ketika orang yang eketawers temui tidak sesuai dengan gambar yang banyak dia pajang di media sosial. Tak dipungkiri bahwa minat terhadap lawan jenis yang pertama kali adalah penampilan fisiknya. Tapi ketika eketawers ingin menjalin hubungan yang serius maka penampilan fisik hanya akan menjadi persoalan nomor sekian.


Tak hanya sekadar penampilan fisik karena tentunya kenyamanan menjadi salah satu hal yang paling penting ketika eketawers memutuskan untuk menjalin hubungan yang lebih serius. Dia baik atau tidak, kasar atau tidak, punya kerjaan atau tidak, itulah sebagian hal yang biasanya menjadi pertimbangan sebelum eketawers memutuskan menerima cintanya. Kalau fisiknya cantik atau tampan tapi ternyata orangnya kasar dan tidak memperhatikan bagaimana?


Sekali lagi, ketika mencari jodoh eketawers tidak akan pernah berpikir apakah foto-fotonya pakai kamera 360 atau tidak. Dan jangan pernah berpikir bahwa orang yang menggunakan kamera 360 adalah orang yang pantas di-bully. Mencoba menjaga jari-jari kita untuk tidak memberikan komentar negatif terhadap kehidupan pribadi orang lain di berbagai media sosial.


***

EVENT SPESIAL PESTA BEAT LIVE STREAMING 8 KOTA



Unik & Lucu untuk Eketawers- sumber:bintang.com Editor Says: Saat Cantik Cuma Dinilai dari Foto Editan atau Tidak



Editor Says: Saat Cantik Cuma Dinilai dari Foto Editan atau Tidak

Add Comments


EmoticonEmoticon