Tuesday, July 26, 2016

Eksklusif GAC, Prioritas Antara Grup dan Solo Karier



eketawa.com, Lahir dan berkubu di tengah kepungan boyband dan girlband tanah air , GAC butuh lebih dari sekedar perjuangan untuk mencapai kesuksesan. Menyatukan tiga kepala, membangun image dan menegaskan karakter berkarya merupakan bagian dari proses mereka bertahan di industri musik.


***


Gamaliel, Audrey dan Cantika menggunakan inisial nama mereka sebagai kelompok bukan tanpa alasan. GAC menjadi peringatan bahwa mereka membangun semua dari awal bersama, dan berharap dapat terus menuangkan kreativitas sebagai kelompok yang solid.


Sejauh ini, GAC telah menelurkan dua album studio di bawah label Sony Music Indonesia. Album self-titled (GAC) dan Stronger menjadi gambaran pendewasaan diri ketiganya dalam berkarya. Mencapai titik lahirnya album kedua, mereka pun sadar bahwa banyak perubahan signifikan yang mereka alami sejak pertama kali debut.


Eksklusif GAC (Wardrobe Cantika: LOTUZ, Audrey: Natalia Kiantoro, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/eketawa.com)


Di album Stronger, GAC terlibat lebih banyak dalam proses penggodokannya. Banyak kejutan tak terduga, salah satunya ketika hits single Bahagia meledak dan makin banyaknya pendengar musik GAC yang baru.


“Jujur nggak nyangka bingit (banget) respon Troops dan semua yang mendengarkan album Stronger sangat baik. Bahkan banyak juga pendengar baru yang mengira ini album pertamanya GAC,” tegas Abigail Cantika saat berkunjung ke redaksi eketawa.com (25/7) .


Sebagai kelompok GAC memang saling melengkapi. Namun secara individu, ketiganya juga memiliki kualitas yang mumpuni. Jadi tak heran jika banyak kalangan mengharapkan Gamal, Audrey atau Cantika mengambil langkah bersolo karier.


Eksklusif GAC (Wardrobe Cantika: LOTUZ, Audrey: Natalia Kiantoro, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/eketawa.com)


Harapan tersebut rupanya sangat dihargai oleh GAC. Mereka tak keberatan jika nantinya para personel memiliki kesibukan sebagai penyanyi tunggal. Akan tetapi mereka berprinsip untuk tetap menjadikan GAC sebagai prioritas utama.


Secara personal, Gamaliel, Audrey dan Cantika berbagi cerita soal perjalanan musik, solo karier dan rahasia-rahasia kecil di antara mereka. Semuanya terangkum dalam sesi wawancara eksklusif eketawa.com bersama wartawan Nizar Zulmi, videografer Hasan Mukti Iskandar dan fotografer Febio Hernanto (25/7). Simak petikan wawancara kami dengan GAC lebih lanjut.




Sejak awal terbentuk Gamaliel, Audrey dan Cantika menganggap GAC sebagai media untuk menuangkan kreativitas. Sebagai kelompok, mereka cukup nyaman berkompromi dalam proses penulisan setiap lagu. Hal ini yang membuat mereka kompak. Tapi bagaimana jika GAC ​​bersolo karier?


Album Stronger kini menjadi tolak ukur kreativitas masing-masing anggota GAC ​​setelah mengalami berbagai hal bersama. Mereka pun menceritakan bagaimana serunya menjalani proses menjalin chemistry sejak terbentuk sekitar 6 tahun lalu.


Eksklusif GAC (Wardrobe Cantika: LOTUZ, Audrey: Natalia Kiantoro, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/eketawa.com)


Sudah setahun album kedua, Stronger dikeluarkan. Sejauh ini bagaimana respon para penggemar?


Cantika: Antusias bingit (banget) sih, bahkan nggak cuma dari Troops aja. Kaya orang-orang yang belum pernah denger GAC sebelumnya. Mereka banyak yang suka kira album ini (Stronger) album pertama. Ternyata Stronger membawa lagu-lagu yang menghibur masyarakat juga, terutama pas Bahagia keluar, mereka mendukung kita bingit (banget). Jadi album ini punya journey sendiri mulai pembuatannya, songwritingnya, catatan tentang segala macem sampai akhirnya rilis bisa dinikmati banyak orang membawa GAC ​​ke level selanjutnya.


Dari album pertama sampai kedua ini, apa perubahan yang dirasakan GAC sebagai kelompok?


Audrey: Banyak bingit (banget) sih, dari kematangan masing-masing dalam bernyanyi. Kita sebelumnya kan cuma nyanyi live masing-masing dan tidak pernah masuk dapur rekaman, dan di album pertama belajar banyak bingit (banget), kayak ngontrol emosi dan mood. Soalnya kalau rekaman kan harus sempurna, meskipun bisa diedit, tapi tetap harus bisa dapet emosi untuk menyampaikan lagunya dengan baik. Dan di album kedua kita bener-bener bertiga ngerjain semuanya, kita juga udah makin tahu bagian masing-masing. Karakter nyanyi masing-masing juga lebih jelas.


Hal apa yang paling efektif saat mempersiapkan album Stronger?


Cantika: Kita dijadwalin tiap hari rekaman, bikin lagu. Dulu di album pertama nggak yang terbiasa untuk nulis. Tiba-tiba di album kedua di-schedule-in dalam sebagian hari harus udah selesai secara material untuk album kedua. Lebih kepada tantangan untuk mencari inspirasi dan menulis.


Audrey: Misalnya hari ini kita bikin melodinya, terus udah mikirin liriknya juga di hari itu karena esoknya rekaman. Kalau dibayangin kayak gila juga ya, tapi semuanya berjalan dengan seru dan menyenangkan sih. Kita juga kerjasama dengan Karen Pool di lagu I Want You, dia musisi yang jago bikin lirik dan attitude-nya juga layak diacungi jempol.


Gamaliel: Ada keseruan kecil sih, kayak aku take sebagian kali. Dan tiap take-nya berbeda-beda cara nyanyinya, dan dia bilang, “Emang biasanya kayak gitu ya, take-nya harus beda-beda ya”. Itu jadi ada pengalaman-pengalaman seru kaya gitu sih.


Eksklusif GAC (Wardrobe Cantika: LOTUZ, Audrey: Natalia Kiantoro, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/eketawa.com)


Dengan kualitas yang makin matang, mungkinkah staf GAC bersolo karier?


Cantika: Memang itu awalnya kita bikin GAC, namanya tetap Gamal Audrey Cantika karena kita tidak ingin nanti misalnya ada project sendiri kita dibilang ‘Oh Gamal keluar nih dari grup ini’, dan kita sangat mendukung proyek masing -masing. Dari album pertama pun bahkan ada lagu sendiri-sendiri. Di album Stronger juga ada sendiri-sendiri. Trus Audrey kemarin diajak featuring sama Fade 2 Black ya nggak apa-apa. Dari pihak label dan manajemen juga sangat mendukung misal kita ada karya sendiri-sendiri. Kita bertiga juga nggak pernah ngebatesin ‘lu harus berkarya sama GAC ​​sendirian’ gitu nggak sih.


Gamaliel: Ya kita pastinya ingin mengembangkan diri lebih jauh lagi. Biar bisa bebas bersuara juga. Hehe.


Bagaimana porsi antara GAC ​​dan project eketawers masing-masing?


Audrey: Sebenarnya kalo sampai sekarang sih kalaupun ada project masing-masing dari manajemen dan label tetap GAC yang diprioritasin. Jadi bagiannya masih sangat lebih fokus ke GAC dari proyek masing-masing.


Gamaliel: Karena emang harus tahu timing juga ya. Kalo misalkan tiba-tiba salah satu dari kita mau solo karier ya kita harus obrolin juga dengan tim. Karena kita juga punya tanggung jawab sebagai GAC juga.




Selain kualitas dan karakter kuat, pelaku industri hiburan juga harus dapat menyesuaikan diri dengan teknologi dan budaya masyarakat. Hal ini disadari benar oleh GAC yang telah jadi ikon musik pop masa kini. Secara alami, GAC memandang pentingnya fashion untuk menunjang penampilan mereka di atas panggung. Begitu pun social media yang jadi sarana untuk lebih dekat dengan penggemar.


GAC dianggap punya gaya fashion yang berkarakter. Seberapa penting fashion menurut eketawers?


Cantika: Waktu awal-awal pas kita belum terlalu matang sebagai kelompok kita masih suka pakai baju sendiri, ga pernah janjian. Misalnya dilihat dilihat di YouTube awal karier GAC, kita tuh kayak kelompok yang dinamis, yang memiliki karakter sendiri-sendiri yang kuat, nggak ada konsepnya, berantakan hahaha. Waktu itu kita manggung di acara brand kecantikan, trus karena kita penampilannya amburadul kita dapat teguran. Dari situ akhirnya mikir, kalau kita jadi kelompok mau tidak mau kita harus enak dilihat mata juga. Makin ke sini kita juga makin sadar sebagai orang yang tampil di atas panggung, selain menyajikan musik yang bagus harus enak dilihat mata. Kita juga sering sharing referensi dan tahu kalau visualnya GAC ​​tuh kayak gini.


Gamaliel: Bahkan kita juga pernah pas meeting yang bajunya nggak perlu samaan juga. Tiba-tiba kita datang dan ternyata matching bingit (banget) ya ini, kelompok bingit (banget), hehe.


Audrey Tapiheru (Wardrobe: Natalia Kiantoro, Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/eketawa.com)


Selain musik dan fashion, apakah social media juga berpengaruh di karier GAC? Sebesar apa?


Cantika: Dari membuka karier GAC aja melalui social media. Gamal dan Audrey mulai dari YouTube, aku kenal mereka juga dari sana. Kirim message di Facebook, akhirnya kopi darat 2009 pertengahan. Sejak itu mulai promo apapun, ngasih tahu karya juga pasti melalui social media. Kayak kemarin launching Cinta versi akustik itu juga di YouTube. Jadi Twitter, Instagram itu sangat berpengaruh karena semua orang menonton atau nyari berita di social media. Selain itu engagement dengan fans juga sangat berpengaruh bingit (banget) melalui social media.


Gamaliel: Dan bukan hanya dari kita ke mereka aja sih sebenernya, tapi juga mereka ke kita. Jadi kayak gimana banyak bingit (banget) inspirasi yang kita dapat dari social media, dan kita growing as an artist juga sangat dipengaruhi social media. Kalau zaman dulu mungkin aksesnya agak susah ya, konvensional. Kalau sekarang sih sejauh klik aja bisa menginspirasi kita menulis lagu, cara perform, bahkan berpakaian. Jadi inspirasi juga social media sekarang.


Dapat dibocorkan sedikit rahasia live performance yang keren ala GAC?


Cantika: Mungkin kenapa live performance lebih hangat ketika emosinya bisa langsung terlihat saat itu ya. Kita juga menerima energi dari penonton, karena kalau rekaman kan sendiri dan berusaha mendapatkan emosinya sendiri kan. Kalau live performance kita pasti didukung band dan sound system juga. Dan mungkin untuk stamina gitu kerasa saat kita olahraga atau tidak. Kalau misalnya olahraga nyanyi kuat-kuat aja. Ketika nggak olahraga nyanyi tiga lagu udah ngap gitu.


Gamaliel: Kurang tidur ngaruh juga biasanya ya. Kayak nada tinggi kadang nggak nyampe. Jadi kalau udah gitu berarti kita kurang istirahat nih.


Tantangan saat manggung live apa biasanya?


Audrey: Kadang kalau penontonnya nggak interaktif lumayan bikin drop sih kadang. Tapi tugas kita menghibur, jadi mereka stay aja udah bagus. Biasanya kita lebih seru-seruan aja bertiga sama anak band. Nasib baik rame-rame ya, kalau sendiri nggak tau deh gimana menyiasatinya.


Gamaliel: Kalau dulu sih ngaruh bingit (banget) ya. Jadi kalau penontonnya diem kita juga ikutan kayak, gimana ya ini? Tapi setelah bertahun-tahun manggung terus, kita tahu jenis orang beda-beda. Beda kota kadang beda juga ekspresinya. Memang caranya berbeda mungkin. Yang penting kita menikmati tugas kita aja.


Abigail Cantika (Fotografer: Febio Hernanto, Digital Imaging: Muhammad Iqbal Nurfajri/eketawa.com)


Pernah mengalami saat-saat yang paling membekas di hati saat manggung?


Cantika: Ada bingit (banget). Terutama dengan keluarnya lagu Bahagia. Jadi lagu itu emang pesan positif bingit (banget), dan buat kita bertiga pun berdampak sangat positif. Dan puji tuhan lagu itu bisa dinikmati semua umur. Waktu itu kita manggung sebagian kali dan sebagian kali itu pun sempat lihat anak-anak kecil ikut nyanyi sampai bagian rapnya juga hapal. Jadi kita kaya ‘gemes bingit (banget) sih, lucu bingit (banget),’.


Audrey: Kita yang literally nangis gitu. Bukan nangis yang sedih, tapi nangis haru. Dan sebenernya kalau aku pribadi setiap dapat melihat orang lain menyanyikan lagu kita apapun itu kayak honored bingit (banget) sampe segitunya orang-orang mengapresiasi lagu kita.


Waktu pertama kopi darat, apa eketawers menyangka bisa sampai di tingkat yang eketawers capai saat ini?


Gamaliel: Nggak nyangka sih sebenernya. Soalnya Audrey pun waktu ditanyain mau jadi penyanyi atau tidak, dia masih bingung sih.


Audrey: Karena waktu masih umur 16, pada awalnya nge-YouTube karena diajakin Gamal nyanyiin lagu duet. Tadinya dia narsis sendiri, hehehe. Dan ternyata seru, dan kebetulan keluarga juga suka musik. Nggak terlalu yakin apakah akan bekerja sebagai penyanyi, ternyata pas ketemu mulai workshop bikin lagu dan seru juga. Sampai sekarang masih nggak nyangka jadi musisi gini, bikin kelompok bertiga, dan sampai dapat award, nggak nyangka bingit (banget).


Perjalanan karier yang banyak tak terduga membuat GAC terus bersemangat untuk mengembangkan diri lebih jauh lagi. Dalam waktu dekat ini mereka akan menelurkan single baru yang masih tercantum di album Stronger. Seperti halnya filsafat Stronger, Gamaliel, Audrey dan Cantika akan saling melengkapi dan menguatkan satu sama lain, dengan tidak menutup diri terhadap project di luar yang akan mereka lakukan nanti.



Unik & Lucu untuk Eketawers- sumber:bintang.com Eksklusif GAC, Prioritas Antara Grup dan Solo Karier



Eksklusif GAC, Prioritas Antara Grup dan Solo Karier

Add Comments


EmoticonEmoticon