Lifestyle

Mitos, Selain Suku Jawa dan Sunda tidak boleh Menikah, dan Beberapa Suku lainya

8

Suku Jawa dan Sunda tidak boleh Menikah, Sebagai hal yang sakral dalam hidup, setiap orang yang menikah hanya ingin mengikat janji suci sekali, dengan orang yang mereka cintai. Namun, tinggal di negara Indonesia yang memiliki segudang budaya dan tradisi membuat cinta terkadang tidak dapat berbicara. Dalam beberapa kebiasaan, ada suku yang tidak diperbolehkan menikah, jika ini dilanggar maka bersiaplah dengan konsekuensinya.

baca juga: 5 plus Kisah Hidup Pak Tarno Penuh Liku, Kini Sukses Beristrikan Pramugari Cantik

Sejauh ini, mungkin yang kita ketahui banyak, larangan menikah hanya ada dalam bahasa Sunda dan Jawa. Namun, ternyata selain dua suku itu ada beberapa mitos yang juga diyakini oleh suku lain. Apa yang sedang kamu lakukan? mari kita bahas secara menyeluruh dalam ulasan berikut.

Mitos tentang pelarangan pernikahan antara orang Jawa dan Sunda memiliki penyebab

Suatu ketika di kerajaan dahulu kala, Raja Majapahit yang berkuasa saat itu, Hayam Wuruk akan menikahi putri kerajaan Sunda, Dyah Pitaloka. Namun, gubernur Gadjah Mada pada waktu itu sudah memiliki niat untuk menaklukkan kerajaan Dyah Pitaloka. Jadi ketika kelompok itu datang dan berhenti di Bubat, gubernur malah meminta Dyah Pitaloka untuk menjadi persembahan.

Selain Jawa Sunda Suku Ini Juga Dilarang Menikah Karena Bisa Mendatangkan Mitos, Selain Suku Jawa dan Sunda tidak boleh Menikah, dan Beberapa Suku lainya
Pernikahan khusus , foto: instagram

Sayangnya, alih-alih menikah, ada perang yang mengakibatkan Dyah Pitaloka terbunuh. Sejak saat itu muncul kepercayaan bahwa kedua suku – Sunda dan Jawa – tidak dapat menikah. Jika itu terjadi, maka mereka tidak akan bertahan lama. Bagaimana dengan pasangan Sunda-Jawa, benarkah demikian?

Batak dan Jawa yang memiliki karakter berlawanan

Kita tahu bahwa orang Batak terkenal karena temperamen dan nadanya yang keras. Sedangkan untuk orang Jawa, bukan rahasia lagi bahwa ada banyak orang di dalamnya yang berbicara dengan suara lembut. Bukan hanya itu, sebenarnya, ada begitu banyak perbedaan di samping di atas. Dalam suku Batak, menikahi klan yang sama-sama Batak sangat penting.

1564961726 439 Selain Jawa Sunda Suku Ini Juga Dilarang Menikah Karena Bisa Mendatangkan Mitos, Selain Suku Jawa dan Sunda tidak boleh Menikah, dan Beberapa Suku lainya
Pernikahan Batak-Jawa, foto; wikipedia.com

Ini sudah berlangsung sejak zaman nenek moyang mereka dulu. Belum lagi dari segi agama. Orang-orang Batak memeluk banyak kepercayaan sebagai Kristen, sementara mayoritas Muslim Jawa. Di Indonesia sendiri, perbedaan kepercayaan terkadang menjadi masalah bagi pasangan, meski mereka saling mencintai. Inilah yang kemudian membuat Batak-Jawa dianggap tidak cocok untuk membina rumah tangga bersama.

Sunda dan Minang, apakah benar-benar tidak baik bersama?

Bagi orang Minang, masih banyak yang mematuhi sistem matrilineal di mana tatanan kehidupan diatur oleh ibu sebagai pengambil keputusan dalam keluarga, termasuk dalam bidang ekonomi. Ini jelas berbeda dengan orang yang lahir dan Sunda.

1564961726 692 Selain Jawa Sunda Suku Ini Juga Dilarang Menikah Karena Bisa Mendatangkan Mitos, Selain Suku Jawa dan Sunda tidak boleh Menikah, dan Beberapa Suku lainya
Pernikahan Minang, foto: instagram

Jika ada wanita Sunda yang menikah dengan pria Minang, atau sebaliknya, diyakini bisa menimbulkan masalah. Terutama, karena perempuan Sunda dikenal setia dan tidak setia ean dalam membeli sesuatu, sementara Minang dikenal lebih pelit dan hemat.

Terlepas dari banyak mitos dan kepercayaan yang telah dipegang sejak lama oleh nenek moyang kita di atas, sebenarnya keputusan untuk menikah atau tidak kembali ke masing-masing orang.

Ada orang yang telah menikah dengan kakek-nenek dari berbagai suku, tetapi masih bertahan sampai sekarang. Sebaliknya, ada yang dari suku yang sama, tetapi belum berhasil membangun rumah tangga hingga akhirnya berpisah.

Kehidupan rumah tangga dibangun oleh dua orang, sehingga harus, pengertian, kasih sayang, dan cinta satu sama lain dapat memperkuat fondasi rumah tangga.

Loading...