Viral

Sesumbar Perang, Begini Kekuatan Militer Antara Cina Vs Taiwan

8

Kekuatan Militer Antara Cina Vs Taiwan, Pertikaian antara Cina dan Taiwan tampaknya menuju ke arah yang lebih serius. Kedua negara tampaknya serius dengan status masing-masing yang sering dijadikan perdebatan. Seperti kita ketahui, Tiongkok menganggap bahwa Taiwan adalah bagian dari negaranya. Sebaliknya, Taiwan ingin menjadi negara berdaulat yang bebas dari pengaruh komunis Beijing.

Pelaporan dari Dunia.tempo.coMenteri Pertahanan Tiongkok bahkan memperingatkan bahwa negaranya siap untuk berperang jika Taiwan pindah ke kemerdekaan.

Selain itu, negara Tirai Bambu juga mengutuk penjualan senjata jet tempur, rudal presisi Stinger, dan tank canggih oleh perusahaan-perusahaan Amerika ke Taiwan senilai US $ 2,2 miliar atau sekitar Rp31 triliun. Sangat menarik untuk dibahas, apa perbandingan antara kekuatan militer kedua negara?

Persaingan antara tentara Cina dan Taiwan

Dalam indeks yang dikeluarkan oleh Firepower Global, Cina menempati urutan ketiga sebagai lima negara teratas dengan militer terkuat di dunia seperti AS, Rusia, India, dan Prancis.

Dengan kekuatan 2.693.000 juta personel militer, pasukan mereka dilengkapi dengan berbagai peralatan pertahanan, seperti 13.050 tank tempur, 40.000 penyerang lapis baja, 10.246 artileri dan 2.050 roket.

Sedangkan untuk Taiwan, negara ini menempati posisi ke-22 dalam daftar Firepower Global dengan personil militer mencapai 1.890.000 tentara. Di sisi peralatan pertahanan darat, Taiwan dapat dikatakan telah kalah dari China.

Rinciannya, Taipei hanya memiliki 1.855 tank tempur, 2.050 kendaraan lapis baja, 1.642 artileri campuran, dan 115 roket. Namun, Taiwan bisa bernafas lega karena bantuan senjata canggih yang dipasok oleh Amerika Serikat.

Peralatan peralatan pertahanan laut sangat menentukan bagi kedua negara

Dari sisi udara, Tiongkok sekali lagi unggul dari negara yang diklaim sebagai wilayahnya. Memiliki 714 alustista, negara tirai bambu ini dilengkapi dengan 1 kapal induk, 52 fregat, 33 kapal perusak, 42 ​​kapal selam, 76 kapal selam, 42 kapal patroli, dan 33 kapal penyapu ranjau.

Jangan lupa, pemerintah Xi Jingpin juga menempatkan banyak armadanya di wilayah Laut Cina Selatan (CLS).

Untuk peralatan pertahanan laut, Taiwan tidak diperkuat oleh kapal induk seperti Cina. Dengan total 87 unit, militer angkatan laut Taipei memiliki 24 fregat, 4 kapal perusak, 1 kapal selam, 4 kapal selam, 43 kapal patroli laut dan 10 penyapu ranjau.

Dalam hal jumlah, tentu saja angkatan laut telah kalah dari militer Cina. Selain itu, Beijing telah menggandakan kekuatan lautnya dalam beberapa tahun terakhir. Terutama tentang konflik di Laut Cina Selatan (LCS).

Perbandingan kesiapan angkatan udara antara Cina dan Taiwan

Baik darat maupun laut, Cina juga lebih unggul dari Taiwan di udara. Dengan 3.187 peralatan pertahanan, angkatan udara tirai bambu diperkuat oleh 1.222 jet tempur, 1.564 pesawat serang, 193 transportasi, 368 pesawat pelatihan, dan 218 helikopter serang. Khusus untuk yang terakhir, China telah mengembangkan helikopter serang Zhishengji Z-10ME yang tidak kalah dengan Apache AH-64 buatan AS.

Meskipun kalah jumlah, kekuatan Taiwan tidak bisa diremehkan. Pelaporan dari Firepower Global Angkatan Udara negara itu memiliki total 837 peralatan pertahanan, dengan rincian 286 jet tempur, 286 penyerang, 19 pesawat angkut, 207 pesawat pelatihan, dan 91 helikopter serang.

Tidak hanya itu, Taiwan juga telah memperkuat jajaran militernya melalui pembelian jet tempur, rudal presisi Stinger, dan tank canggih buatan AS senilai US $ 2,2 miliar atau sekitar Rp31 triliun.

BACA JUGA: 5 Fakta Kekuatan Militer AS dan Tiongkok, Siapa yang Lebih Mematikan?

Di atas kertas, Cina memenangkan kemenangan besar di semua dimensi (darat, laut, dan udara). Namun, perang modern tidak hanya menghadirkan kekuatan peralatan pertahanan, tetapi juga menggunakan strategi dan intelijen.

Melihat ketegangan yang kian memanas, semoga perang yang sering dilancarkan kedua negara tidak terjadi. Ini bukan apa-apa. Selain mengambil banyak korban, dikhawatirkan hal itu dapat memicu konflik di bagian lain dunia. Semoga tidak ada yang terjadi, Boombastis Friends.

Loading...